Wednesday, December 30, 2020

Bersyukur Pada Ibu Bapak



 

KEDUDUKAN ORANG TUA

Bersyukur Pada Ibu Bapak

(Qs.Luqman ayat 13-15)

Disusun guna memenuhi tugas

Mata kuliah : Tafsir Tarbawi

Dosen pengampu : Muhammad Hufron, M.S.I

 

 

 


Disusun oleh:

 

Eva Arifia                   (2119297)

                      

 

Kelas E

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN

2020

 

 

KATA PENGANTAR

 

         Puji syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT.Dan kepada Rasulullah Saw.Atas berbagai nikmat,rakhmat,taufik,dan hidayahnya sehingga kita dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Tafsir Tarbawi.   

         Makalah ini disusun agar pembaca dapat memahami bagaimana cara mengetahui Bersyukur pada ibu bapak dalam tafsir tarbawi. Dengan ini kami berharap agar materi kami dapat memberikan wawasan lebih luas untuk para pembaca.Kami sadar bahwa di makalah ini masih banyak kekurangan, untuk itu kepada dosen pembimbing kami meminta untuk diberi masukan demi perbaikan pembuatan makalah kami di masa yang akan datang dan mengharapkan kritikdan saran dari para pembaca.Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat baik secara langsung atau tidak.

 

Pekalongan, Oktober 2020

                                                                                           

                                                                                       Penyusun

                                                                                                             

                                                          

 

 

 

 

 

            DAFTAR ISI

 

 

HALAMAN JUDUL………………………………………………………..

KATA PENGANTAR………………………………………………………

DAFTAR ISI……………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah……………………………………………

B.     Rumusan Masalah………………………………………………….

C.     Tujuan Penulisan……………………………………………………

BAB II PEMBAHASAN

A.    Hakikat Bersyukur…..………………………………………………….

B.     Teori : Bersyukur pada Ibu Bapak……………………………………

C.     Dalil Bersyukur pada Ibu Bapak………………………………………

D.    Analisis : Bersyukur pada Ibu Bapak………………….………………

BAB III PENUTUP

A.    Kesimpulan…………………………………………….

B.     Saran………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

    Islam adalah agama satu-satunya yang diridhai Allah SWT. Di dalam islam terdapat berbagai macam bentuk perintah maupun larangan yang semua itu bertujuan untuk kebaikan pemeluknya. Salah satu bentuk dari perintah islam kepada pemeluknya ialah berbakti kepada kedua orang tua. Orang tua merupakan salah satu kunci sukses seseorang hamba baik di dunia maupun di akhirat. Sebab Rasulullah SAW telah mengisyaratkan  bahwa ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada ridha orang tua. Oleh sebab itu, wajib hukumnya bagi seorang muslim untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, selama tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT.

     Diantara bentuk berbakti itu adalah bersyukur kepada keduanya, sebab manifestasi dari bersyukur kepada mereka tidak lain ialah bersyukur pula kepada Allah SWT. Berkat jasa orang tua kita ada di dunia ini dan kepada Allah kita wajib untuk mensyukuri hal tersebut.

B. Rumusan Masalah

   1. Apa hakikat bersyukur?

   2. Bagaimana teori : Bersyukur pada Ibu Bapak?

   3. Apa dalil bersyukur pada Ibu Bapak?

   4. Bagaimana analisis bersyukur pada Ibu Bapak?

C. Tujuan Penulisan

   1. Untuk mengetahui hakikat bersyukur

   2. Untuk mengetahui teori bersyukur pada Ibu Bapak

   3. Untuk mengetahui dalil bersyukur pada Ibu Bapak

  4. Untuk mengetahui analisis bersyukur pada Ibu Bapak

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakikat bersyukur

 Dalam buku 17 cara mudah rezeki berlimpah karya Majid asy-Syahwi menjelaskan bahwa berbakti kepada kedua orang tua merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Secara tidak langsung juga ketaatan kita kepada Allah SWT. Mengenai keutamaan bersyukur, Allah SWT.[1] berfirman :                                                                               ت كفرون   فاذكروني اذكركم واشكروا لي ولا           

Artinya : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.(Qs.Al-Baqarah :152)

            Syukur termasuk tempat persinggahan yang paling tinggi dan lebih tinggi dari pada ridha. Ridha sendiri adalah tahapan dalam bersyukur. Allah memerintahkan bersyukur dan melarang kebalikannya, memujinya dan memberikan tambahan karunia-Nya.[2]

    Hakikat syukur memiliki tiga tahapan, yaitu pertama tahapan pikiran, berawal dari siapa pemberi semua karunia ini? (perenungan,pengenalan, dan iman). Kedua, tahapan ucapan, bagaimana kita mampu mengucapkan bersyukur melalui lisan. Ketiga, tahapan perbuatan, ialah berfikir dengan benar mengenai tujuan kita diberi karunia ini untuk apa?. Oleh karena itu, sebagaian ulama berkata : Syukur ialah pemanfaatan hamba atas segala karunia yang Allah berikan kepadanya.[3]

                     Adapun hakikat bersyukur kepada orang tua ialah kita mampu mempergauli mereka dengan baik. Sebab menurut Abdullah bin Abbas, ada keterkaitan antara bersyukur kepada Allah dan bersyukur pada orang tua, yaitu keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Jika kita hanya bersyukur kepada Allah , tetapi melupakan jasa-jasa orang tua , maka syukur yang kita lakukan tidak akan diterima di sisi Allah, begitu pula sebaliknya.[4]

             B. Teori : Bersyukur pada Ibu Bapak

                a. Pengertian Bersyukur

                       Syukur dalam KBBI, diartikan sebagai rasa terima kasih kepada Allah swt, dan untunglah (menyatakan perasaan lega, senang dan sebagainya). Sedangkan secara bahasa syukur adalah pujian kepada yang telah berbuat baik atas apa yang dilakukan kepadanya. Seperti yang akan di bahas dalam Qs.Luqman ayat 13-15 bahwa manusia wajib bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah Allah limpahkan kepada hamba-Nya. Kemudian juga bersyukur terhadap kedua orang tua karena telah melahirkan, merawat, menyayangi, serta menafkahi keluarganya. Rasa syukur tersebut tidak hanya diungkapkan oleh kata-kata melainkan juga dengan perbuatan seperti melaksanakan shalat, serta segala perintah Allah swt lainnya. Kemudian berbakti, menghormati, serta menyayangi kedua orang tua juga termasuk bukti rasa syukur anak terhadap orang tuanya.

               b. Pengertian Orang tua (ibu, bapak)

                    Orang tua adalah pengertian umum dari seseorang yang melahirkan kita , orang tua biologis. Namun orang tua juga tidak selalu dalam pengertian yang melahirkan. Orang tua juga bias terdefinisikan terhadap orang tua yang telah memberikan arti kehidupan bagi kita, orang tua yang telah mengasihi kita, memelihara kita sedari kecil. Bahkan walaupun bukan yang melahirkan kita ke dunia, namun mereka yang memberikan kasih sayang adalah orang tua kita. Maka atas semua jasa orang tua, bersyukurlah kamu terhadap Allah dan orang tuamu karena mereka telah merawat anaknya dengan tulus meskipun lelah tetapi apa yang dilakukannya ikhlas karena Allah ta’ala. Dengan begitu sudah sepatutnya seorang anak sebaiknya berbakti kepada kedua orang tua. Akan tetapi ketika orang tua mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan syari’at islam seperti menyekutukan Allah dengan berhala ataupun ciptaan Allah yang lainnya, sebagai anak dapat membantahnya dengan catatan harus tetap berhubungan baik dengan kedua orang tuanya. Jangan sampai silaturrahmi antara anak dengan orang tua rusak. Karena sesungguhnya Allah menyukai   kedamaian

            C. Dalil Bersyukur pada Ibu Bapak   

   واذقال لقمان لابنه وهويعظه يابني لا تشرك بالله ان الشرك لظلم عظيم (13) ووصيناالانسان بوالديه حملته امه وهنا على وهن وفصاله في عامين ان اشكر لي ولوالديك الي المصير(14) وان جاهداك على ان تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما في الدنيا

       معروفا واتبع سبيل من اناب الي ثم الي مرجعكم بما كنتم تعملون (15)                                                                                                                                         

                   Artinya :

             (13) Dan ingatlah tatkala Luqman berkata kepada puteranya, dikala dia mengajarinya : Wahai anakku! Janganlah engkau persekutukan dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan itu adalah aniaya yang amat besar.

            (14) Dan kami wasiatkan kepada manusia terhadap kedua ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan payah. Dan memeliharanya dalam masa dua tahun. Bahwa bersyukurlah kamu kepada Allah dan kedua orang tuamu kepadaKu-lah tempat kembali.

            (15) Dan jika keduanya mendesak engkau bahwa hendak mempersekutukan Daku dalam hal yang tidak ada ilmu engkau padanya, janganlah engkau ikuti keduanya dan pergaulilah keduanya didunia ini dengan sepatutnya. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada Aku. Kemudian itu kepada Akulah kamu sekalian akan pulang. Maka akan aku beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

                

                            

                1) Tafsir Al-Misbah

                   Ayat ke-13 menekankan bahwa perlunya menghindari syirik. Larangan ini sekaligus mengandung pesan bahwa tanggung jawab orang tua, khususnya ibu sangat besar kepada anaknya, dia bersusah payah mengandung, kemudian menyapih selama dua tahun. Ini juga menekankan seorang anak untuk bersyukur kepada Allah, karena berkat perantara orang tua ia bias berada di dunia. Ayat terakhir dari pembahasan ini menekankan juga pentingnya berbakti kepada ibu bapak. Pengecualian dapat terjadi, ketika kedua orang tua menyuruh atau memaksa kita untuk mempersekutukan Allah, maka tidak ada kewajiban untuk menaatinya, akan tetapi jangan memutuskan hubungan atau tidak menghormatinya.[5]

                   2) Tafsir Al-Qurthubi

                 Ketika turun Qs.Al-An’am : 82 para sahabat Rasulullah SAW merasa berat dan sedih, “Siapa diantara kami yang tidak pernah menzalimi dirinya? Maka Rasulullah SAW bersabda, mengenai maksud Qs. Al-An’am :82 adalah sebagaimana Qs. Luqman : 13. Akhirnya kesedihan mereka pun reda disebabkan berita dari Allah lewat seorang hamba yang diberi karunia Allah.

                     Rangkaian ayat 14 dan 15 ini menjelaskan bahwa jangan kamu menyekutukan Allah dan janganlah kamu taat kepada orang tua mu dalam hal berbuat syirik. Sebab Allah, telah mewasiatkan untuk taat kepada mereka selama hal-hal tersebut tidak ada kaitanya dengan kesyirikan dan kemaksiatan. Kedua, keistimewaan seorang ibu melebihi seorang ayah. Rasulullah SAW menjadikan untuk ayah seperempat dari kebaktian seorang anak. Terakhir, perintah untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat iman dan kepada   kedua orang tua atas nikmat pendidikan.[6]

              3) Tafsir Al-Azhar

              “ Wahai anakku! Janganlah engkau persekutukan dengan Allah”. Artinya janganlah engkau mempersekutukan Tuhan yang lain dengan Allah. Karena tidak ada Tuhan selain Allah. “ Sesungguhnya mempersekutukan itu adalah aniaya yang amat besar”.(ujung ayat 13), yaitu menganiaya diri sendiri, memperbodoh diri sendiri.

              “Dan kami wasiatkan kepada manusia terhadap kedua ibu-bapaknya”.(pangkal ayat 14), wasiat kalau datangnya dari Allah sifatnya ialah perintah. Tegasnya ialah bahwa Tuhan memerintahkan manusia agar menghormati dan memuliakan ibu-bapaknya. “Ibunya telah mengandung dalam keadaan payah bertambah payah”. Dalam ayat ini digambarkan bagaimana susah payah ibu ketika mengandung. “Dan memeliharanya dalam masa dua tahun”, yaitu sejak melahirkan lalu mengasuhm, menyusukan, serta memelihara dikala sakit dan senang. “Bahwa bersyukurlah kamu kepada Allah dan kepada orang tuamu”. Syukur pertama ialah kepada Allah. Sejak dalam kandungan sampai dalam pengasuhan Allah senantiasa memberikan rahmat-Nya. Setelah itu bersyukurlah kepada kedua orang tua. Ibu yang mengasuh serta ayah yang membela dan melindungi ibu dan anak-anaknya.

               “Dan jika keduanya mendesak engkau bahwa hendak mempersekutukan Daku dalam hal yang tidak ada ilmu engkau padanya”.(pangkal ayat 15). Allah adalah puncak dari segala ilmu dan hikmah. Wajib menghormati orang tua selama tidak menukarkan tauhid dengan syirik. “Dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan sepatutnya”. Artinya bahwa keduanya selalu dihormati, disayangi dengan yang ma’ruf. Dilarang untuk mencaci dan menghina keduanya jika berlainan dengan akidah. “Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada Aku”. Yaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang berfirman. “Kemudian itu kepada Akulah kamu sekalian akan pulang”. Datang dan pulangnya kita adalah dari Allah, dan kepada-Nya lah kita semua akan dikumpulkan. “Maka akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.(ujung ayat 15). Allahlah yang kelak akan menilai baik buruknya apa yang kamu amalkan selama di dunia.[7]

            D. Analisis Bersyukur pada Ibu Bapak

  Bersyukur terhadap Allah karena nikmat-Nya dan orang tua karena mereka telah melahirkan, menjaga, serta merawat anaknya dengan rasa tulus meskipun lelah tetapi apa yang dilakukannya ikhlas. Dengan begitu sudah sepatutnya seorang anak sebaiknya berbakti kepada kedua orang tua, menyayangi, serta merawat kedua ibu bapaknya. Akan tetapi ketika orang tua mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan syariat Islam seperti menyekutukan Allah yang lainnya, sebagai anak dapat membantahnya dengan catatan harus tetap berhubungan baik dengan kedua orang tuanya. Jangan sampai hubungan atau silaturahmi antara anak dan orang tuanya terputus. Adapun aspek pembelajaran yang dapat diambil dari pemaparan diatas adalah :

1. Bersyukur kepada Allah atas rahmat-Nya sehingga kita diberi kesempatan hidup didunia, dan beribadah kepada-Nya

2. Bersyukur terhadap orang tua atas kasih sayangnya

3. Perbedaan keyakinan antara anak dan orang tua tidak membuat hubungan menjadi renggang diantara keduanya

   Bahwa penghormatan dan kebaktian kepada kedua orang tua menempati tempat kedua setelah pengagungan kepada Allah swt. Kesuksesan yang diraih seorang anak selain dengan usaha dan doa anak, peran do’a orang tua juga sangat mempengaruhi keberhasilan anaknya. Maka dalam hal ini perlu diingat bahwa orang tua tidak hanya sebagai orang yang melahirkan, berkewajiban memberi nafkah, tetapi lebih dari itu semua dengan berbakti kepada orang tua dapat menghantarkan anak tersebut menuju surga.

    Maka atas semua jasa orang tua bersyukurlah terhadap Allahdan orang tuamu karena mereka telah melahirkan, menjaga, serta merawat anaknya dengan rasa tulus meskipun lelah tetapi apa yang dilakukannya ikhlas karena Alla ta’ala. Dengan begitu sudah sepatutnya seorang anak sebaiknya berbakti kepada kedua orang tua. Akan tetapi ketika orang tua mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai syariat Islam seperti menyekutukan Allah dengan berhala ataupun ciptaan Allah yang lainnya, sebagai anak dapat membantahnya dengan catatan harus tetap berhubungan baik dengan kedua orang tuanya. Jangan sampai silaturahmi antara anak dengan orang tua terputus.

 

 

              Penerapan bersyukur dalam kehidupan sehari-hari, antara lain :

             1. Hendaklah menanamkan keimanan kepada anak sejak dini untuk senantiasa taat kepada Allah dan tidak mempersekutukanNya

               2. Wajib bersyukur kepada Allah atas karunia yang diberikan-Nya

               3. Senantiasa pula bersyukur kepada kedua orang tua atas jasa-jasa mereka kepada kita

               4. Wajib mentaati orang tua selama tidak bertentangan dengan syariat

               5. Tetap berbuat baik orang tua walaupun dalam hal akidah mungkin terdapat perbedaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.Tauhid merupakan aspek tertinggi yang harus dimiliki oleh setiap muslim

2. Adanya hak dan kewajiban merupakan bentuk keadilan Allah kepada hambanya

3. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT

4. Hakikat bersyukur kepada orang tua sendiri ialah kita mampu mempergauli mereka dengan baik

5. Terdapat hubungan erat yang tidak bias dipisahkan antara bersyukur kepada orang tua dengan bersyukur kepada Allah, yang mana bersyukur kepada orang tua merupakan cerminan dari taat dan bersyukur kepada Allah

6. Hukum asli dari perintah adalah wajib, selama tidak ada dalil yang mengecualikannya, sebagaimana perintah Allah kepada manusia agar berbakti kepada orang tua selama tidak melanggar syari’at agama

            B. Saran

                 Penulis menyarankan bagi para pembaca agar dapat memahami makalah Bersyukur pada Ibu Bapak ini, penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini selanjutnya.

               

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  Al-Qurthubi. 2009. Tafsir Al-Qurthubi terj.Fathurrahman A.H, Dudi Rosyadi, Marwan A. Jakarta : Pustaka Azzam

Asy-Syahawi, Majid. 2010. 17 Cara Mudah Rezeki Berlimpah, terj. Musthofa Sukawi. Surakarta : Al-Jadid

Gunawan, Heri. 2014. Keajaiban Berbakti Kepada Kedua Orang Tua. Bandung : Remaja Rosdakarya

Hamka. 2002. Tafsir Al-Azhar jus xxl. Jakarta : Pustaka Panjimas.

Husain Husaini, Said. 2013. Bertuhan dalam Pusaran Zaman : 100 Pelajaran Penting Akhlak dan Moralitas terj. Yusuf Anas. Jakarta : Citra

Qayyim Al-Jauziyah, Ibnu. 1998. Madarijus Salikin terj. Kathur Sunardi. Jakarta : Pustaka Al-Kautsar

           Shihab, Quraish. 2006. Tafsir Al-Misbah cet. Ke-5. Jakarta : Lentera Hati



[1] Majdi asy-Syahawi, 17 Cara Mudah Rezeki Berlimpah, terj. Musthofa Sukawi (Surakarta: Al-Jadid, 2010) hlm. 117-118

[2] Ibnu Qayyin Al-Jauziyah, Madarijus Salikin terj.Kathur Sunardi (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1998) hlm. 235-236

[3] Said Husain Husaini, Bertuhan dalam Pusaran Zaman:100 pelajaran penting akhlak dan moralitas terj. Yusuf Anas (Jakarta : Citra, 2013) hlm.495-496

[4] Heri Gunawan, Keajaiban Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2014) hlm.4

[5] Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah cet. Ke-5 (Jakarta : Lentera Hati, 2006)hlm.125-131

[6] Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi terj. Fathurrahman A.H, Dudi Rosyadi, Marwan A. (Jakarta: Pustaka Azzam, 2009) hlm. 150-156

[7] Hamka, Tafsir Al-Azhar juz xxl (Jakarta : PustakaPanjimas, 2002) hlm.127-131